Langsung ke konten utama

cerita Angling Dharma Episode 18

  Berbicara tentang Angling Dharma , serial ini adalah legenda kolosal Indonesia yang memiliki beberapa versi. Versi yang paling terkenal adalah produksi Genta Buana Pitaloka (tahun 2000-an) yang dibintangi oleh Anto Wijaya. Berikut adalah ringkasan cerita Angling Dharma Episode 18 (berdasarkan alur klasik versi Genta Buana): Fokus Utama: Prahara di Malawapati dan Pencarian Cinta Pada episode ini, cerita berpusat pada dampak dari kutukan dan janji yang menghantui Prabu Angling Dharma setelah kepergian Dewi Setyowati. Penderitaan Angling Dharma: Setelah ditinggal mati oleh istrinya, Dewi Setyowati (yang melakukan ritual pati obong), Angling Dharma berada dalam masa kesedihan mendalam. Ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa memenuhi permintaan Setyowati untuk membuktikan kesetiaannya. Pertemuan dengan Dewi Ambarwati: Episode ini mulai memperkenalkan atau memperdalam hubungan Angling Dharma dengan Dewi Ambarwati . Ambarwati adalah sosok wanita cantik yang memiliki peran pent...

Berikut adalah ringkasan jalan cerita episode 2

 Dalam Angling Dharma Episode 2 (judul: Sumpah Wanita Serigala), cerita berlanjut dengan fokus pada penderitaan Prabu Angling Dharma yang terkutuk menjadi burung belibis dan konflik di Padepokan Sugaluh.

Berikut adalah poin-poin penting dari jalan cerita episode 2:



1. Kutukan Burung Belibis



Prabu Angling Dharma yang telah dikutuk menjadi seekor burung belibis putih oleh siluman wanita serigala (Dewi Sawitri dkk) merasa sangat sedih karena harus terjebak dalam tubuh binatang  Ia sempat menemui gurunya di Padepokan Sugaluh. Sang guru menjelaskan bahwa kutukan tersebut sangat kuat, namun Angling Dharma bisa menggunakan Aji Lepas Sukma untuk keluar dari tubuh burung tersebut dalam waktu singkat (sebatas waktu orang mati suri)

2. Bertemu dengan Gembil



Dalam wujud belibis, Angling Dharma berteman dengan seorang pemuda desa bernama Gembil . Gembil yang lugu menganggap belibis itu sebagai sahabatnya. Gembil kemudian membawa burung belibis tersebut ke dekat istana karena mendengar burung itu menyukai kecantikan Putri Sekarwangi 

3. Masuk ke Istana dan Sayembara

Putri Sekarwangi yang melihat burung belibis putih yang bisa bicara itu langsung jatuh hati dan ingin memilikinya Raja (ayah Putri Sekarwangi) kemudian mengadakan sayembara: barang siapa yang bisa membawa burung belibis putih berjambul yang pandai bicara akan diberi hadiah besar  Gembil akhirnya menyerahkan burung tersebut kepada istana meski dengan berat hati karena harus berpisah dengan sahabatnya.

4. Membantu Mengungkap Genderuwo



Di istana, terjadi sebuah masalah di mana seorang wanita bernama Suri didatangi oleh dua orang yang wajah dan perawakannya identik, keduanya mengaku sebagai suaminya Berkat kecerdasan Angling Dharma (dalam wujud belibis) yang membisiki Putri Sekarwangi, mereka memberikan tes menggunakan sebuah Kendi .

  • Angling Dharma tahu bahwa suami yang asli tidak akan bisa masuk ke dalam kendi, sedangkan makhluk halus (genderuwo) yang menyamar bisa melakukannya.

  • Salah satu dari mereka masuk ke dalam kendi dan akhirnya terungkap bahwa ia adalah genderuwo yang menyamar  Genderuwo tersebut kemudian dibinasakan oleh para prajurit dan bantuan dari kesaktian belibis 

5. Konflik di Padepokan Sugaluh




Sementara itu, di Padepokan Sugaluh, Empu Mahasura semakin jauh dari istrinya, Dewi Sintawati, karena ia sangat mencintai istri barunya, Nila Saroya, yang sedang hamil . Muncul pula fitnah terhadap Dewi Sintawati yang dituduh berselingkuh dengan seorang pembantu bernama Gramya, yang membuat suasana padepokan semakin keruh .

6. Suliwa dan Ilmu Desendria



Suliwa terus berlatih keras di bawah bimbingan Galuh Parwati untuk menguasai dasar-dasar ilmu Desendria . Ia menunjukkan kemajuan yang pesat sebagai "anak ajaib" dalam menyerap jurus-jurus silat 

Anda dapat menyaksikan kelanjutan kisahnya melalui tautan video ini: Angling Dharma Episode 2 - Sumpah Wanita Serigala




Postingan populer dari blog ini

cerita Angling Dharma Episode 18

  Berbicara tentang Angling Dharma , serial ini adalah legenda kolosal Indonesia yang memiliki beberapa versi. Versi yang paling terkenal adalah produksi Genta Buana Pitaloka (tahun 2000-an) yang dibintangi oleh Anto Wijaya. Berikut adalah ringkasan cerita Angling Dharma Episode 18 (berdasarkan alur klasik versi Genta Buana): Fokus Utama: Prahara di Malawapati dan Pencarian Cinta Pada episode ini, cerita berpusat pada dampak dari kutukan dan janji yang menghantui Prabu Angling Dharma setelah kepergian Dewi Setyowati. Penderitaan Angling Dharma: Setelah ditinggal mati oleh istrinya, Dewi Setyowati (yang melakukan ritual pati obong), Angling Dharma berada dalam masa kesedihan mendalam. Ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa memenuhi permintaan Setyowati untuk membuktikan kesetiaannya. Pertemuan dengan Dewi Ambarwati: Episode ini mulai memperkenalkan atau memperdalam hubungan Angling Dharma dengan Dewi Ambarwati . Ambarwati adalah sosok wanita cantik yang memiliki peran pent...

adalah ringkasan jalan cerita episode 4

  Video Angling Dharma Episode 5 yang berjudul "Pembalasan Nila Saroya" melanjutkan kisah konflik antar pendekar dan pengembaraan Galuh Parwati. Berikut adalah ringkasan ceritanya: 1. Nila Saroya dan Balas Dendam pada Sudamani Niat Balas Dendam: Nila Saroya, yang didampingi oleh Darpa Sura, berniat menuntut balas kepada Sudamani, pendekar yang telah memperkosanya dan membantai saudara seperguruannya dari Halimun Petak  Pertarungan: Nila Saroya akhirnya berhadapan dengan Sudamani. Ia mengungkapkan kebenciannya dan menunjukkan anak yang dikandungnya (hasil perbuatan biadab Sudamani) sebagai pengingat akan kejahatannya  2. Pengembaraan Galuh Parwati Menuntut Tanggung Jawab: Galuh Parwati menemui Prabu Angling Dharma dan menuntut pertanggungjawaban karena sang raja membawa Nila Saroya ke padepokannya, yang akhirnya menyebabkan kehancuran padepokan ayahnya, Mahasura  Meninggalkan Malwapati: Meski ditawari tinggal di istana oleh Dewi Sekarwangi, Galuh memilih untuk p...