episode Tutur Tinular Episode 5

 


Tutur Tinular Episode 5 yang berjudul "Pemberontakan Prabu Jaya Katwang" menceritakan tentang titik balik sejarah jatuhnya Kerajaan Singasari. Berikut adalah ringkasan ceritanya:

1. Rencana Pemberontakan Jaya Katwang

Prabu Jaya Katwang dari Gelang-gelang, yang merasa sebagai keturunan penguasa Kediri, merasa ini adalah saat yang tepat untuk meruntuhkan Wangsa Rajasa (Singasari) dan mendirikan Wangsa baru  Di bawah pengaruh hasutan Arya Wiraraja, ia mulai mengumpulkan ribuan tentara di perbatasan 

2. Ketegangan di Istana Singasari

Raden Wijaya (Sanggramawijaya) mencoba memperingatkan Prabu Kertanegara tentang ancaman penyerbuan ini. Namun, Prabu Kertanegara yang terlalu percaya diri menolak percaya bahwa Jaya Katwang berani melawannya  Sementara itu, Ardharaja (menantu Kertanegara sekaligus anak Jaya Katwang) mulai menunjukkan sikap mencurigakan dan diduga menjadi "musuh dalam selimut" 

3. Strategi Serangan Berbagai Penjuru

Pasukan pemberontak menggunakan taktik pengepungan dari tiga arah: Alas Purwo, Gunung Butak, dan Desa Jagat Mereka sengaja memancing pasukan utama Singasari keluar dari Kotaraja menuju arah Utara (Meling), sementara serangan utama sebenarnya dilakukan dari arah Selatan 

4. Pengkhianatan Ardharaja

Saat pertempuran memuncak, Ardharaja mengkhianati Singasari dengan membuka pintu gerbang kota untuk pasukan ayahnya  Hal ini menyebabkan kekacauan total di dalam istana. Prabu Kertanegara yang sedang melakukan upacara keagamaan dan minum-minum akhirnya tewas di tangan pasukan pemberontak 

5. Pelarian Raden Wijaya

Setelah Kotaraja jatuh dan Sang Prabu gugur, Raden Wijaya bersama para pengikut setianya seperti Ranggalawe dan Sora terpaksa melarikan diri dari istana . Mereka membawa serta beberapa anggota keluarga kerajaan yang tersisa, sementara putri-putri raja lainnya seperti Gayatri ditawan oleh pasukan Gelang-gelang  Atas saran pengikutnya, mereka memutuskan untuk mencari perlindungan ke Sumenep menghadap Arya Wiraraja 

Kisah ini merupakan awal dari pengembaraan Raden Wijaya yang nantinya akan mengarah pada berdirinya Kerajaan Majapahit.