Serial kolosal Angling Dharma adalah salah satu legenda terbesar dalam cerita rakyat Jawa. Jika Anda merujuk pada versi populer (seperti versi Genta Buana yang sering ditayangkan ulang atau versi klasik), Episode 17 biasanya berada pada puncak konflik awal setelah Angling Dharma mendapatkan kesaktian dari Nagaraja.
Berikut adalah ringkasan alur cerita Angling Dharma Episode 17:
1. Kemelut di Kerajaan Malawapati
Episode ini dibuka dengan situasi politik yang memanas di Malawapati. Prabu Angling Dharma sedang berusaha menyeimbangkan perannya sebagai raja yang bijaksana namun juga harus menghadapi ancaman dari musuh-musuh yang ingin menjatuhkan tahtanya.
2. Misteri Ilmu Aji Gineng
Fokus utama episode ini adalah beban berat yang dipikul Angling Dharma setelah menguasai Aji Gineng (ilmu yang membuatnya bisa mengerti bahasa binatang).
Ia mulai sering mendengar percakapan hewan yang mengungkapkan rahasia-rahasia tersembunyi.
Namun, ilmu ini juga menjadi bumerang. Sesuai janjinya kepada Nagaraja, ia tidak boleh membocorkan rahasia ilmu ini kepada siapa pun, termasuk istrinya sendiri, Setyawati.
3. Kecurigaan Dewi Setyawati
Dewi Setyawati mulai merasa ada yang aneh dengan suaminya. Dalam satu adegan ikonik di episode ini, Angling Dharma tertawa sendiri saat mendengar percakapan sepasang cicak di dinding kamar.
Setyawati merasa tersinggung karena mengira suaminya sedang menertawakan dirinya.
Di Episode 17, ketegangan antara pasangan ini mencapai titik di mana Setyawati terus mendesak agar suaminya membagi rahasia tersebut, yang memicu konflik batin besar bagi Angling Dharma.
4. Ancaman dari Musuh Luar (Pancatnyana)
Di sisi lain, musuh-musuh Malawapati mulai bergerak. Beberapa pendekar sakti yang bersekutu dengan kekuatan hitam mencoba menyusup ke istana. Angling Dharma harus menggunakan instingnya (yang diperkuat oleh pendengaran binatangnya) untuk mengetahui rencana penyusupan tersebut sebelum terlambat.
5. Kehadiran Batik Madrim
Sahabat setia sekaligus patihnya, Batik Madrim, menunjukkan kesetiaannya yang luar biasa. Di episode ini, diperlihatkan bagaimana Batik Madrim menjadi "benteng" fisik bagi sang Prabu saat ada upaya pembunuhan di tengah malam. Pertarungan ilmu kanuragan (ilmu sakti) mulai sering ditampilkan dengan efek visual khas drama kolosal.
Poin Penting di Episode Ini:
Ujian Kesetiaan: Apakah Angling Dharma akan memilih menjaga janjinya kepada Nagaraja atau menyerah pada tuntutan istrinya?
Pengembangan Karakter: Kita melihat sisi kemanusiaan Angling Dharma yang merasa kesepian karena memiliki kemampuan yang tidak bisa ia bagikan kepada siapa pun.
Status Cerita (Konteks 2026):
Jika Anda menonton versi remake atau serial web yang rilis lebih modern, Episode 17 biasanya mempercepat alur menuju masa pembuangan Angling Dharma menjadi burung belibis. Namun, dalam versi klasik, episode ini adalah dasar dari kehancuran rumah tangganya yang tragis.
