Episode 11 dari serial kolosal legendaris Angling Dharma (produksi Genta Buana Pitaloka) biasanya berjudul "Persekutuan Pendekar Bayaran".
Berikut adalah ringkasan alur ceritanya:
1. Konflik Kerajaan Malawapati
Setelah melewati masa-masa berat akibat kematian Dewi Setyawati (istri Angling Dharma yang melakukan Pati Obong), kondisi di Malawapati masih belum sepenuhnya stabil. Prabu Angling Dharma yang sudah memiliki ilmu Aji Gineng (kemampuan mengerti bahasa binatang) sering kali mendapatkan informasi-informasi rahasia dari hewan-hewan di sekitar istana tentang adanya ancaman dari luar.
2. Munculnya Pendekar Bayaran
Sesuai dengan judul episodenya, muncul sekelompok pendekar tangguh yang disewa oleh pihak musuh (biasanya berhubungan dengan pemberontak atau kerajaan saingan yang ingin menjatuhkan Malawapati). Para pendekar ini dikenal licin dan hanya bergerak demi imbalan emas. Mereka mulai melakukan teror di desa-desa perbatasan untuk memancing perhatian pasukan Malawapati.
3. Peran Batik Madrim
Patih Batik Madrim, sebagai tangan kanan sekaligus sahabat setia Angling Dharma, mulai melakukan penyelidikan. Dalam episode ini, aksi laga Batik Madrim cukup dominan saat ia harus berhadapan langsung dengan salah satu pemimpin pendekar bayaran tersebut. Kesetiaan dan ketangguhan Batik Madrim diuji karena lawan-lawannya kali ini menggunakan teknik bertarung yang tidak biasa dan licik.
4. Penyamaran dan Strategi
Angling Dharma tidak tinggal diam. Ia sering kali menggunakan kemampuannya untuk menyamar atau mengintai secara diam-diam (terkadang menggunakan wujud burung atau hewan lain) untuk mengetahui siapa dalang di balik penyewaan pendekar-pendekar tersebut. Ia menyadari bahwa ancaman ini hanyalah bagian dari rencana besar untuk menguras kekuatan Malawapati.
Poin Penting di Episode Ini:
Laga Klasik: Menampilkan koreografi pertarungan pedang dan tenaga dalam khas Genta Buana.
Intrik Politik: Terungkapnya beberapa pengkhianat kecil di tingkat desa yang membantu para pendekar bayaran masuk ke wilayah kerajaan.
Aji Gineng: Angling Dharma menggunakan instingnya yang tajam melalui percakapan hewan untuk menghindari jebakan yang dipasang musuh di tengah hutan.
